BBM News Mencegah Hoax dengan Berita

konten-linkedin

Menjadi pintu terakhir dalam menyeleksi berita-berita yang akan dibaca oleh jutaan pengguna BBM di Indonesia bukan perkara yang mudah. Untuk itu, BBM merekrut para jurnalis handal untuk mengkurasi berita yang akurat, aktual, dan tidak mengandung SARA dan Hoax.

Sejak hadir menemani pengguna BBM di April 2017, BBM News telah menjadi salah satu fitur favorit. BBM News menyajikan berbagai berita beragam, mulai dari isu-isu sosial, gaya hidup, teknologi, travel, dan tentu saja isu nasional seperti politik dan kriminal.

“Berita-berita yang hadir di BBM News harus memiliki nilai berita yang tinggi, yaitu harus aktual, hangat dicari oleh masyarakat (tren), kredibel, fun, dan juga tidak boleh berita palsu,” kata General Manager Content Operation BBM, Didit Riadi.

BBM News mengkurasi 20 portal berita nasional yang telah menjalin kerja sama dengan BBM. Fajar Anugrah Putra sebagai BBM Partner Account Manager terus mencari berbagai publisher dengan kredibilitas tinggi sebagai mitra BBM News.

BBM News memiliki sejumlah fitur unggulan yang tidak dimiliki oleh news agregator lainnya, seperti menyaksikan video berita ataupun menyaksikan berbagai siaran televisi di dalam chat. Fitur ini memungkinkan pengguna BBM untuk menyaksikan video  berita terbaru bersama teman dan keluarga.

Selain itu, BBM News juga memiliki Official Account khusus yang memudahkan pengguna BBM untuk mencari berita dengan tema tertentu, seperti Anda yang hanya ingin membaca berita-berita teknologi maka dapat mengikuti Official Account BBM Tekno. Begitu pula jika ingin mengikuti perkembangan berita olahraga bisa dengan mengikuti Official Account BBM Sports.

Dibawah arahan Hilman Haris, tim content curator BBM News saat ini terdiri dari enam orang, yaitu Anne Anggraini Fathana, M. Wirawan Kusuma, Mutiara Pratiwi, Amanda Puspita Sari, dan Lucia Wastari. Mereka terus bekerja setiap hari untuk menyajikan berita-berita terbaik, sehingga pengguna BBM cukup menggunakan fitur News untuk mengetahui berbagai perkembangan nasional dan dunia teraktual, dan terbebas dari hoax.

The Engineers Behind Group War

engineers-limbo

Aplikasi pesan dan sosial BBM telah meluncurkan fitur baru yang bikin grup chat kamu makin seru, Group War, pada akhir Desember 2018 lalu. Group War adalah fitur kuis berhadiah pertama di Indonesia yang menggabungkan chat bot dan dompet digital dalam satu platform grup chat. Di balik keseruan Group War, ada tim engineer yang telah mempersiapkan fitur tersebut selama lima bulan sebelum Group War dapat dimainkan oleh pengguna BBM.

Tim Engineer BBM mulai mengembangkan Group War sejak Juli 2018 lalu, dimulai oleh tiga orang engineer, yaitu Michael Himawan (Lead Engineer), Agung Prasetyo, dan Dimas Angga Saputra membangun fitur sesuai rencana yang telah disusun oleh tim produk BBM, serta menyiapkan infrastruktur yang dibutuhkan.

“Tantangannya waktu itu adalah bagaimana sebuah pesan dari bot bisa dikirimkan ke ribuan grup chat secara bersamaan dan menghitung ratusan ribu lebih jawaban dari pemain dan menyaring jawaban yang benar,” kata Michael Himawan membuka cerita.

Setelah kurang lebih tiga bulan mempersiapkan Group War di sisi engineering, maka tim Group War mulai melakukan internal test di akhir September. Internal test dijalankan untuk mendapatkan feedback langsung dari pengguna. Saat internal test dilakukan, tim menemukan kendala di kecepatan server dalam menerima jawaban dari pengguna dan melakukan kalkulasi poin jawaban yang benar.

Tim Engineer juga mempunyai tantangan mengintegrasikan layanan DANA ke dalam Group War. Hadiah peserta harus masuk dalam hitungan detik setelah pemenang diumumkan. Untuk itu koordinasi yang erat dengan DANA dibutuhkan, dan tim pun membutuhkan tambahan engineer untuk mengatasi berbagai kendala.

BBM pun menambah tim engineer Group War dengan bergabungnya Yosfik Alqadri, Jovin Angelico sebagai developer dan Devi Aprianti, Lilik Suryanti, dan Reky Rolen Kencana sebagai test engineer. Dengan kekuatan penuh, tim engineer Group War melakukan investigasi berbagai bottleneck yang ditemukan selama internal test. Tim Group War juga melakukan koordinasi dengan tim lainnya seperti messaging dan GGB untuk menyelesaikan berbagai hal.

“Kami terus melakukan test performa Group War tanpa lelah untuk menemukan dan memperbaiki bug, dibantu oleh tim Messaging dan GGB. Tim Messaging dan GGB membantu perbaikan dari sisi kecepatan transfer pesan dari device ke server Group War, sementara tim kami juga memperbaiki kecepatan perhitungan poin dan peningkatan efisiensi di server Group War itu sendiri,” kata Agung Prasetyo.   

Dengan melakukan investigasi setiap masalah secara end-to-end tim engineer BBM mempelajari banyak hal baru tentang arsitektur dan karakteristik teknologi (library dan framework) yang digunakan. “Sehingga kita bisa membuat strategi optimalisasi baru yang dapat diterapkan pada aplikasi dan server,” kata Devi Aprianti.

Kini, Group War telah dapat dinikmati oleh jutaan pengguna BBM di Indonesia secara lancar. Namun bukan berarti kerja tim Group War terhenti di sini. Tim tetap sibuk mempersiapkan berbagai peningkatan fitur Group War yang akan keluar di versi terbaru BBM yang akan keluar pada Januari 2019 ini.

“BBM menggabungkan fitur chat, mesin kuis, dan dompet digital agar pengguna dapat bermain dan belajar melalui kuis berhadiah. Pengguna pun dapat menggunakan uang hadiahnya untuk transaksi di BBM, TIX ID, Bukalapak, ataupun mencairkan uangnya di ATM.  Ini sebuah konsep yang menarik dan baru untuk sebuah aplikasi chat. Untuk itu, kami terus mengembangkan Group War untuk meningkatkan pengalaman bermain Group War,” kata Dimas Angga.  

Internship di BBM: Apa Kata Mereka?

internship-limbo

Sejak akhir 2018, BBM kantor Jakarta membuka kesempatan bagi mahasiswa tingkat akhir dan baru lulus untuk mendapatkan pengalaman kerja di BBM dalam program internship. BBM membuka kesempatan internship di berbagai divisi, dari marketing, finance, human resources hingga engineer.

Magang di BBM memberikan akses kepada staf intern untuk belajar langsung dan mendapatkan bimbingan dari berbagai pimpinan yang telah berpengalaman di bidangnya. Berikut cerita dari mereka tentang serunya internship di BBM:

Laurencia Bernadette Yokung (21), mahasiswa tingkat akhir Universitas Pelita Harapan mendapatkan kepercayaan untuk membantu tim Product Marketing dalam project Group War, salah satu fitur unggulan BBM di 2019. Lauren mendapatkan pengalaman berharga ini sebagai staf intern BBM.

internship adalah salah satu hal penting bagi mahasiswa tingkat akhir ataupun baru lulus untuk mendapatkan pengalaman kerja. Sebagai pengalaman pertama bekerja di sebuah perusahaan, seorang intern akan mendapatkan skill dan pengalaman yang berharga.

Keputusan Lauren untuk bergabung dengan BBM sangat tepat, karena di BBM ia bisa belajar banyak hal, mulai membantu mempersiapkan marketing sebuah produk secara end-to-end, hingga soft skill seperti bagaimana melakukan komunikasi lintas departemen sehingga membuat kerja di BBM sangat konstruktif, transparan dan efisien.

“Saya bersyukur saya dikelilingi oleh rekan-rekan kerja yang mau meluangkan waktunya untuk membantu saya dan menciptakan suasana yang nyaman untuk saya bisa belajar dan bekerja sebagai seorang Intern,” kata perempuan asli Surabaya, Jawa Timur ini.

Hal yang sama dirasakan Dassa Putra Bagaskara (22), mahasiswa fresh graduate Universitas Pancasila, Jakarta. Walaupun BBM perusahaan multinasional yang beroperasi di seluruh dunia, namun memiliki basis startup yang cukup kuat.  

Di BBM, Dassa bekerja di divisi marketing dan membantu tim untuk merencanakan, mengeksekusi, dan mengevaluasi berbagai kegiatan marketing BBM. Dassa dikelilingi oleh tim dengan jiwa milenial sehingga membuatnya mudah berbaur dan merasa nyaman melakukan internship di BBM.

“Lingkungan kerja BBM yang berjiwa milenial dan berbasis startup membuat saya banyak belajar di sini. Saya dapat bertanya dan mendapatkan pengetahuan dan arahan langsung dengan orang di berbagai level, dari Staff hingga Chief,” katanya.

Dendy Suprihadi (23) bergabung sebagai internship full-stack engineer pada November 2018 lalu. Sebagai engineer, Dendy bertanggung jawab mengelola website perusahaan, mengembangkan fiturnya dan memperbaiki bug jika ada.

Dengan budaya kerja BBM seperti agile development dan pair programming, Dendy dapat bekerja dengan nyaman namun tetap dapat menyelesaikan pekerjaan secara tepat waktu. “Suasana kerja di BBM membuat karyawan terus produktif,” katanya.

Marsya Khairunnisa (22) fresh graduate psikologi Universitas Gunadarma, sangat senang dapat bergabung dengan divisi Human Resources BBM. Sebagai perusahaan besar, BBM memperhatikan hal-hal kecil namun bermanfaat bagi para karyawan, seperti sarapan gratis setiap pagi, cemilan yang tersedia di ruang break-out, hingga kegiatan karyawan selepas kantor seperti Yoga.

“Sebagai internship HR, tugas saya membantu proses awal perekrutan karyawan. Dengan berbagai fasilitas dan budaya BBM ini membantu saya untuk mencari kandidat karyawan BBM, terutama milenial. Karyawan milenial sangat memperhatikan berbagai fasilitas dan budaya kerja perusahaan, dan BBM sangat cocok bagi tempat kerja para milenial,” tutupnya.

Tertarik untuk bergabung dengan BBM seperti mereka? Cek di careers.bbm.com untuk melihat kesempatan yang tersedia.

Data Engineer BBM: Posisi Krusial di Balik Pengembangan Fitur dan Produk

FRILLA LIMBO

Sebagai perusahaan aplikasi sosial yang berfokus untuk memberikan pengalaman yang bernilai untuk setiap pengguna, diperlukan tim data engineering yang kuat. Tim data engineering bertugas untuk mengambil data dari big data, untuk dianalisis dan menjadi dasar pengembangan berbagai fitur BBM, dengan tujuan untuk memudahkan pengguna BBM.

BBM dikembangkan dengan berbasis data. Dengan konsep tersebut, semua keputusan dan pengembangan fitur, baik itu yang telah ada maupun fitur baru, harus berdasarkan data dan perilaku pengguna BBM sehari-hari. Dari situlah maka BBM dapat memberikan fitur yang sesuai dan menjawab kebutuhan masyarakat.

“Data engineer memang tidak berhubungan langsung dengan pengguna BBM,  namun sebagai data – driven company maka fungsi data engineer menjadi sangat krusial karena semua keputusan strategis harus berdasarkan data yang kami dapatkan,” kata Frilla Amanda, Data Engineer BBM.

Sebagai Data Engineer, Frilla berhadapan dengan berbagai tools seperti Spark, Google Cloud Platform, Ansible, Airflow, dan Python. Berbagai tools, teknik pengambilan dan pengolahan data tersebut diperlukan agar BBM terus melakukan inovasi berdasarkan kebutuhan pengguna. Ia bersyukur, sebagai world class company, BBM terus melakukan investasi berbagai tools tersebut.

Selain didukung teknologi, Frilla juga mendapatkan dukungan dari rekan kerja yang sangat kuat di BBM. Konsep pair programming di BBM membantunya dalam menyelesaikan tugas sehari-hari. Frilla dengan bebas berdiskusi dengan rekan sesama engineer untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi.

“Kebebasan ini yang tidak saya dapatkan di perusahaan sebelumnya, di mana keterbatasan aturan dan tools membuat saya tidak dapat bekerja secara maksimal. Di BBM, saya diperbolehkan untuk mencoba banyak hal baru untuk belajar,” kata alumni Teknik Informatika ITB ini.

“Saat ini tim data BBM adalah salah satu yang terbaik dan saya senang telah menjadi bagian dari tim ini. Semoga saya juga bisa berkontribusi banyak untuk kemajuan BBM,” harapnya.

Software Test Engineer BBM, Devi Aprianti: Penjaga Kualitas Aplikasi BBM

DEVI LIMBO

Sebagai software test engineer BBM, Devi Aprianti dan timnya memiliki tugas utama: Menjaga agar aplikasi BBM berjalan tanpa cacat di smartphone pengguna. Untuk itu, Devi dan tim harus menemukan berbagai bug yang mungkin terjadi dan mengetahui pengalaman pengguna saat menggunakan aplikasi BBM.

Devi beruntung, untuk mengerjakan tugasnya ia didukung oleh tim Test Engineer yang solid. Berbeda dengan pengalaman di kantor sebelumnya, budaya kerja di BBM yang mengedepankan pairing programming dan team work membuatnya dapat bekerja lebih efisien dan mendapatkan solusi yang lebih baik.

Jika menemukan kendala yang sulit, Devi dapat melakukan komunikasi dengan nyaman ke berbagai engineer di BBM, mulai dari engineer baru hingga lead engineer/manager. Ia pun dapat dengan bebas menyampaikan ide-ide dan masukan kepada perusahaan agar dapat mengembangkan aplikasi BBM lebih baik.

“Saya senang karena dapat berkomunikasi secara nyaman dan terbuka ke semua lini engineer. Dan di BBM kita menyelesaikan masalah secara tim, sehingga jika kita telah menemukan solusi, para engineer dapat pindah ke tahapan selanjutnya. Dengan pairing programming maka proses kerja dapat lebih cepat dan masalah yang ditemukan dapat menjadi bahan pengetahuan seluruh engineer,” kata Devi.

Dukungan BBM kepada para engineer pun sangat besar. BBM tidak ragu untuk investasi berbagai tools yang memberikan manfaat besar bagi tim, seperti Robotframework, Postman, Genymotion, Jenkins, dan Google Cloud Platform. Dengan dukungan besar dari BBM, pekerjaannya sebagai Software Test Engineer pun dapat berjalan dengan baik.

“Kita ingin memastikan semua fitur dapat berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan bisnis perusahaan dan dapat memberikan pengalaman lebih bagus lagi untuk pengguna BBM. Untuk itu, kami terus melakukan end-to-end test dengan berbagai tools agar aplikasi BBM dapat berjalan dengan lancar,” katanya.

Untuk mengisi waktu luang, Devi senang mencoba hal baru seperti travelling bersama kawan-kawan kantor, hingga mengikuti berbagai kegiatan seperti toastmaster club untuk melatih kemampuan berbahasa Inggris.

“Perusahaan sangat mendukung kegiatan karyawan di luar kantor dengan tidak ada overtime. Saya bisa memanfaatkan waktu untuk hal-hal lain setelah jam kerja untuk meningkatkan soft skill,” katanya.

Sr. Product Manager Ratih Pulkeria: Dari Headhunter Menjadi Product Manager

RATIH-LIMBO

Memiliki karir cemerlang di industri Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai headhunter di Australia dan Indonesia tak membuat Maria Pulkeria Ratih cepat berpuas diri saat memutuskan untuk masuk ke dunia yang baru, sebagai Product Manager.

Ratih bergabung dengan BBM pada Desember 2017. BBM mempercayakan Ratih masuk ke dalam divisi Product walaupun Ia minim pengalaman sebagai Product Manager. Di bawah arahan Hadikusuma Wahab, Vice President Product BBM, Ratih menjawab kepercayaan perusahaan kepada dirinya.

Dengan dukungan budaya kerja BBM yang terus mendorong karyawannya untuk belajar dan berbagi pengetahuan, Ratih berkembang secara pribadi dan profesional. BBM menantang Ratih untuk belajar dan menguasai seluk-beluk seorang Product Manager, dan mendapatkan tanggung jawab untuk melakukan pembenahan di timeline dan feeds BBM.

Tantangan perusahaan dijawab dengan prestasi. Ratih membuktikan diri dengan memimpin tim produk membawa desain dan fitur baru timeline dan feeds BBM. Atas kerja keras dan kontribusi Ratih dalam memimpin tim, BBM memberikan apresiasi dengan menjadikan Ratih sebagai Best Employee di Q3-2018.

Ratih berterima kasih karena BBM berani untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak muda dengan potensi tinggi menjadi bagian dari keluarga besar BBM. BBM sangat mendukung keputusannya untuk belajar dan mencoba hal baru, dan telah berbuah manis.

“BBM berani mengambil risiko dan memberi kesempatan bagi talent-talent yang mau belajar dan menantang mereka untuk menguasai bidang-bidang baru. Tidak ada satu hari yang sama di BBM, kerja di sini sangat dinamis dan seru,” katanya.

Latar belakang pendidikan sebagai Sarjana Psikologi UGM dan Master Applied Commerce (Management) University of Melbourne, sangat membantu Ratih dalam menguasai Product Management dan melakukan pekerjaannya sehari-hari. Perkawinan antara psikologi dan bisnis membuat Ia memahami bagaimana membuat product yang bisa menjembatani antara kebutuhan users dan perusahaan.

Selain itu, pengalamannya sebagai headhunter juga membantu dirinya sebagai Product Manager. Dalam mengembangkan produk BBM, Ratih harus dapat berkomunikasi dengan efektif ke seluruh stakeholder, mulai dari users, hingga internal stakeholders.

“Seorang PM harus bisa mengembangkan produk yang dapat memahami users dan juga stakeholders. Latar belakang psikologi saya sangat membantu untuk memahami keinginan pengguna, berkomunikasi dengan tim di dalam dan luar BBM, agar tercipta world class product,” katanya.

Bekerja di BBM membawa kebanggaan tersendiri bagi Ratih karena BBM sebagai world class company membuat Ratih bekerjasama dan bekerja dengan berbagai orang dari berbagai latar belakang negara dan budaya, seperti Kanada, Singapura, Timur Tengah dan Afrika.

“Tantangannya adalah membangun tim yang solid lintas negara. Namun, mengetahui visi perusahaan dan tim di balik BBM, tantangan ini berubah menjadi kesempatan bagi untuk BBM menjadi produk dan perusahaan berkelas dunia,” katanya.

Head of Product BBM Ifnu Bima: Budaya Kerja BBM Hasilkan World Class Product

IBNU LIMBO

Sebagai salah satu warga negara Indonesia, Ifnu Bima ingin memberikan kontribusi kepada perilaku masyarakat Indonesia untuk lebih baik. Ifnu, panggilan akrabnya, mendapatkan kesempatan tersebut di BBM.

Passion Ifnu dalam dunia coding berawal dari hobi menulis kode sejak sekolah dan kuliah untuk memecahkan hal-hal kecil dan membuat aplikasi sederhana. Hobinya membawa Ifnu ke BBM. Sebagai Head of Product BBM, Ifnu mendapatkan tugas untuk menciptakan berbagai fitur dan integrasikan layanan BBM, untuk membuat masyarakat Indonesia lebih baik.

“Produk yang sukses itu ada dua indikator, pengguna memberikan feedback yang positif dengan produk kita dan perusahaan mendapatkan keuntungan dari produk tersebut,” kata Pria kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur ini.

Ada dua alasan utama Ifnu bergabung dengan BBM. Pertama, BBM menerapkan metode terbaik, extreme programming dan Agile Product Management. Kedua, BBM terus memperkuat organisasi dengan merekrut orang-orang terbaik di bidangnya. Dua hal ini membuat Ifnu dapat terus mengembangkan diri dan membuat produktivitas kerjanya meningkat.

“Sebagai world class product yang berbasis di Jakarta, BBM berkompetisi dengan berbagai perusahaan teknologi yang berkantor di Silicon Valley. Dengan persaingan ketat dan ekspektasi pengguna BBM yang sangat tinggi, kita mampu menjaga sisi kualitas aplikasi yang kita buat kepada pengguna di seluruh dunia dari Jakarta,” katanya.

Seperti misinya saat ini, Ifnu dan timnya saat ini sedang merancang berbagai produk dan fitur baru yang dikembangkan khusus ke pasar Indonesia.“Sebagai aplikasi dari dan untuk Indonesia, kita ingin masyarakat Indonesia merasakan BBM memberikan solusi yang gw banget. Tunggu saja kejutan BBM di 2019 ini,” katanya.

Data Engineer BBM Amin Endah: Dari Italia Untuk Indonesia

Endah_Limbo

Amin Endah merupakan salah satu Engineer yang bekerja dengan BBM. Sepulangnya dari Italia, Endah, panggilannya, ingin mengaplikasikan ilmu yang ia dapat dari Italia. Tawaran itu ternyata datang dari BBM yang sedang membutuhkan data engineer, seseorang yang memiliki kemampuan untuk membangun sistem, menganalisa data untuk menjadikan rekomendasi dalam mengembangkan produk BBM.

Bergabung dengan salah satu perusahaan teknologi besar merupakan salah satu impian Endah. Ternyata melalui BBM, Endah dapat mewujudkan salah satu impiannya untuk memberikan kontribusi kepada bangsa Indonesia setelah selesai menyelesaikan studi di Milano, Italia.

“Brand BBM begitu kuat, karena siapa sih yang tidak mengenal BBM? Lalu juga tawaran dari BBM sejalan dengan visi saya yang ingin memberikan kontribusi sebesar-besarnya kepada Indonesia.

Endah menceriterakan bahwa hari pertama bekerja di BBM membuatnya begitu terkejut. Ia tidak menduga bahwa ternyata industri IT di Indonesia berkembang begitu cepat. “Waktu saya lulus S1 dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, pekerjaan seorang sarjana IT hanya sebatas IT Support. Sementara saat saya masuk BBM, saya merasakan semangat perusahaan teknologi kelas dunia yang sangat menghargai engineer,” katanya.

Ia mensyukuri bergabung dengan BBM karena mendapatkan berbagai pengetahuan baru dari para engineer komputer kelas dunia yang ada di BBM. Ritme kerja yang dinamis, berbagai tools dan penggunaan teknologi terkini membuat Endah terus belajar untuk mengembangkan skill dan pengetahuannya di bidang teknologi.

Berbagai metode yang diterapkan BBM seperti pair programming membantu Endah untuk berkembang. Pair programming adalah metode BBM di mana setiap engineer di BBM bekerja secara berpasangan, sehingga setiap orang dapat berbagi pengetahuan baru dengan engineer yang lain dan efektif dalam pengecekan kualitas pekerjaan.

“Singkatnya, BBM adalah tempat belajar data sience dan engineer dengan cara yang menyenangkan,” kata perempuan dengan hobi traveling ini.